Sabtu, 17 - Juli - 2010, 22:51:16
Trackback
- Trackback URI:http://www.itb.ac.id/news/trackback/2907
Jakarta, Jumat (23 April 2010)--Rerata nilai kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA/MA 2010 mengalami kenaikan dari 7,25 pada tahun 2009 menjadi 7,29. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Jumat (23/4/2010). "Kalau dibandingkan reratanya antara tahun 2009 dan 2010 ada peningkatan, " kata Mendiknas yang didampingi Wakil Mendiknas Fasli Jalal dan sejumlah pejabat eselon I dan II Kemdiknas. Berdasarkan data sementara Kemdiknas, rerata nilai UN SMA negeri 7,43, sedangkan SMA swasta 7,17. Sementara rerata nilai UN MA negeri 7,25, dan MA swasta 6,96. "Insya Allah hari Senin (hasil UN) akan disampaikan ke masyarakat di masing-masing sekolah," kata Mendiknas. Lebih lanjut Mendiknas menyampaikan, dari total peserta UN SMA/MA 2010 sebanyak 1.522.162 siswa terdapat 154.079 (10,12%) siswa yang mengulang. Sementara jumlah siswa yang tidak mengulang 1.368.083 (89,88%) siswa. Mendiknas menyampaikan, berikut berturut-turut jumlah siswa yang mengulang mulai dari satu sampai dengan enam mata pelajaran, yakni sebanyak 99.433 siswa (64,5%), 25.277 (16,4%), 10.034 (6,5%), 4.878 (3,2%), 2.548 (1,7%), dan 930 (0,6%). Selain itu, kata Mendiknas, terdapat 10.979 (7,1%) siswa yang mengulang karena rerata nilainya di bawah 5,5. "Mudah-mudahan nanti setelah mengulang bisa (lulus) 96 persen," katanya. Mendiknas menyebutkan, jumlah siswa yang mengulang untuk tingkat provinsi diantaranya Provinsi Jakarta dari 59.697 peserta mengulang sebanyak 5.426 atau 9,09 persen dan Provinsi Jawa Barat (2,83%). Mendiknas memberikan catatan khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). "Tahun lalu cukup bagus sekitar 93 persen (tidak mengulang), tetapi sekarang yang mengulang 23,70 persen dan 77 persen tidak mengulang. Ini daerah Jawa yang paling besar yang mengulang dari sisi persentase," katanya. Beberapa provinsi lain yang persentase mengulangnya besar, papar Mendiknas, yakni Kalimantan Tengah (39,29%), Kalimantan Timur (30,53%), Sulawesi Tenggara (35,89%), NTT (52,08%), Maluku Utara (41,16%), dan Gorontalo (46,22%). Mendiknas mengatakan, berdasarkan analisis internal yang dilakukan, salah satu faktor penyebab turunnya 'kelulusan' adalah karena pengawasan yang lebih ketat. "Tetapi jangan diterjemahkan kalau dulu tidak diawasi. Pengawasan sekarang memang lebih ketat," katanya. Mendiknas mencontohkan, yang paling menonjol siswa yang mengulang adalah Provinsi Gorontalo. Mendiknas menyebutkan, pada 2009 kelulusan siswa SMA/MA mencapai 96,54 persen, tetapi sekarang turun menjadi 53,53 persen. "Kepala dinas (Gorontalo) menyampaikan pada saat teken kontrak pakta kejujuran bertekad mementingkan kejujuran. Tetapi sekali lagi jangan diterjemahkan yang lulusnya 93 persen ke atas tidak jujur karena memang tidak ada bukti tidak jujur itu," katanya. Mendiknas juga telah menyampaikan kepada kepala dinas untuk menginstruksikan kepada sekolah agar memberikan remediasi, pengayaan, dan pelatihan bagi siswa-siswa untuk mata pelajaran yang harus mengulang. Ujian Ulangan dijadwalkan pada 10-14 Mei 2010. Sumber: GIM |
|
Selamat Datang | ||
Buku Teks Pelajaran Murah | ||
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) | ||
Sambutan | ||
Buku-buku teks pelajaran tersebut tersedia di situs Depdiknas yang diberi nama Situs Buku Sekolah Elektronik yang disingkat BSE atau e-Book. Jumlah seluruhnya saat ini ada empat ratus tujuh (407) judul buku dan Insya Allah setiap tahunnya akan bertambah. Buku-buku teks pelajaran ini telah dinilai kelayakan pakainya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah ditetapkan sebagai Buku Teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 46 Tahun 2007, Permendiknas Nomor 12 Tahun 2008, Permendiknas Nomor 34 Tahun 2008, dan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2008. Saya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para penulis yang telah berdedikasi dalam perwujudan buku teks pelajaran sebagai sumber belajar yang sangat berguna bagi kepentingan peserta didik dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya untuk masa depan bangsa yang gemilang. Buku-buku teks pelajaran yang telah dimiliki hak ciptanya oleh Depdiknas ini dapat digandakan, dicetak, difotokopi, dialihmediakan, dan/atau diperdagangkan oleh perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan hukum dalam rangka menjamin akses dan harga buku yang terjangkau oleh masyarakat. Masyarakat dapat pula mengunduh (down load) langsung dari internet jika memiliki perangkat komputer yang tersambung dengan internet, serta menyimpan file buku teks pelajarann tersebut. Untuk penggandaan yang bersifat komersial, harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Saya berharap melalui Program Masal Buku Murah ini, buku teks pelajaran lebih mudah diakses sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah di luar negeri dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar yang bermutu dan terjangkau. Selamat belajar. Selamat mereguk ilmu, pengetahuan, dan teknologi melalui Buku Teks Pelajaran yang bermutu dan terjangkau. Jakarta, 20 Agustus 2008 Menteri Pendidikan Nasional BAMBANG SUDIBYO | ||
Program akselerasi adalah suatu program pendidikan yang ditujukan untuk menampung siswa-siswa yang memiliki kemampuan yang unggul, atau memiliki prestasi yang tinggi. Pada program ini siswa-siswa diharapkan dapat lebih mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka. Makalah ini berdasarkan pada eksperimen yang dilakukan di kelas akselerasi Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Baleendah dengan mengimplementasikan Problem-Based Learning. Problem-Based Learning merupakan salah satu pembelajaran yang menganut pandangan konstruktivisme, yang merangsang siswa untuk lebih aktif, mampu berpikir kritis, serta mampu menyelesaikan berbagai permasalahan dalam dunia nyata. Hasil memperlihatkan bahwa dengan Problem-Based Learning kemampuan matematika siswa di kelas akselerasi menjadi lebih baik dan siswa menjadi lebih aktif.
Accelerated programme is an education programme which stand for collecting students who have extraordinary ability, or high achievement. In this programme students’re hoped to develop more potency which they have inside. This paper based on the experiment that has done in accelerated class of SMPN 1 Baleendah with Problem-Based Learning implementation. Problem-Based Learning is one of learning model which has constructivism concept, that makes students more active, able to think critically, and able to solve kind of problems in the real world. The result shows that Problem-Based Learning could increase student’s mathematical ability at accelerated class and makes students become more active.
Departemen Matematika (saat itu bernama Jurusan Matematika) didirikan pada tanggal 8 Desember 1983 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0546/O/1983, sebagai salah satu Jurusan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Visi Departemen Matematika IPB adalah menjadi lembaga yang reputasinya diakui secara nasional dan internasional, khususnya dalam bidang matematika terapan. Sedangkan Misi Departemen Matematika IPB adalah menjadi suatu institusi pendidikan dan penelitian yang unggul dalam bidang matematika terapan. Keunggulan tersebut harus tercermin pada:
Program Pendidikan
Mandat Departemen Matematika mengemban mandat untuk mengembangkan ilmu matematika yang mencakup konsep dasar, teknik dasar, pemodelan dan komputasi dalam pemecahan masalah secara matematis. Keunggulan Dosen tetap Departemen Matematika yang berjumlah 29 orang seluruhnya berkualifikasi S2 atau S3, dengan bidang kepakaran yang beragam, dari matematika murni hingga matematika terapan. Bidang kepakaran dosen tersebut meliputi matematika murni, matematika industri dan riset operasi, matematika keuangan dan pasar modal, matematika aktuaria dan demografi, matematika komputasi, pemodelan stokastik, pemodelan berbagai fenomena dengan persamaan diferensial, dan pemodelan masalah-masalah lingkungan. Kepakaran dosen tersebut disinergikan dalam lima Bagian (kelompok bidang ilmu) berikut: (1) Matematika Murni, (2) Matematika Komputasi, (3) Riset Operasi, (4), Matematika Ekonomi, Keuangan, dan Aktuaria, serta (5) Pemodelan Matematika. Kerjasama Institusi Kerjasama secara garis besar mencakup pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kerjasama dan kemitraan dengan institusi dalam negeri di luar IPB yang seringkali terjadi adalah dalam bidang pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat baik antar lembaga maupun perseorangan. Susunan Organisasi
Departemen Matematika | |||||||||||||||||||